Bambang: Saatnya untuk Membeli Properti

Preface

Seminar Mengelola Pajak Dalam Investasi Properti yang digelar di Marketing Galerry Monaco Bay, Jumat
Writter

Tribun

Share on Twitter Share on Facebook Share on Linkedin Share on Email
news photo

MANADO-Kondisi dunia properti saat ini sedang mengalami penurunan, namun hal ini bukan berarti masyarakat harus menunda pembelian. Justru sebaliknya, ini merupakan momen yang tepat bagi masyarakat rumah hunian.

"Saat ini memang kondisi makro properti sedang turun, namun ini merupakan kesempatan masyarakat untuk membeli properti," ujar Associate Director Lippo Homes, Bambang Sumargono seusai Seminar Mengelola Pajak Dalam Investasi Properti yang digelar di Marketing Galerry Monaco Bay, Jumat (18/3/2016).

Sumargono menambahkan kondisi saat ini merupakan hal yang alamiah, merupakan siklus yang biasa terjadi. Sebab properti sesuai dengan suplai dan demand, sehingga jika nantinya sudah turun nantinya akan naik kembali.

Puncak dari kondisi pasar properti terjadi pada 2013 lalu, pada saat itu pertumbuhannya cukup bagus. Namun demikian pada 2014 kemudian properti mengalami penurunan karena berbagai hal. Begitu pula pada 2015 penurunan tetap terjadi, karena berbagai faktor, seperti moneter, properti dan jasa kuangan. "Untuk moneter karena kondisi ekonomi begitu juga dengan dunia properti itu sendiri dan kebijakkan OJK, karena adanya aturan LTV," ungkapnya.

Selain itu, adanya juga aturan perpajakan, yaitu tax amnesty yang membuat masyarakat yang ingin membeli properti menahan diri, sebab merasa khawatir karena nantinya bisa ketahuan harta bendanya. Padahal dengan adanya tax amnesty justru kesempatan untuk membayar pajak.

Jika nantinya telah dilakukan kebijakan taz amnesty dapat diperkirakan dunia properti akan meningkat. "Kami perkirakan dalam enam bulan setelah tax amnesty properti akan meningkat," tutur Sumargono.

Hal ini karena beberapa indikator yang mengarah ke sana, seperti perekonomian Indonesia yang diperkirakan membaik, seiring dengan kurs rupiah yang semakin stabil. Apalagi tingkat inflasi diperkirakan dapat dikendalikan. Sehingga diperkirakn pada akhir 2016 properti kembali bergairah." Ungkapnya.

Ini juga terlihat dari penjualan unit Monaco Bay yang terus meningkat setiap bulannya. Sehingga memang tanda-tanda kondisi properti semakin membaik dapat terlihat jelas. Apalagi tingkat suku bunga saat ini telah turun menjadi 6,75 persen dari sebelumnya 7 persen, menunjukan perkembang perekonomian di Indonesia semakin membaik.

"Ini merupakan kesempatan untuk membeli properti, dari pada uang yang dimilliki hanya tersimpan di deposito," katanya.

Sedangkan Marketing and Sales Departement Head Monaco Bay Vonny Manoi mengungkapkan saat ini yang membeli Monaco Bay bukan hanya dari Manado atau Indonesia saja, melainkan turis asing juga berminat untuk membeli. "Seperti beberapa waktu lalu pernah datang turis dari Belanda, Proancis, Chinna dan Jepang yang berminat, namun terbentur dengan aturan," ungkapnya